Nokia X – Android Yang Bukan Android

Nokia X – Android Yang Bukan Android

Game Ppsspp – Masuknya Nokia -yang sebelumnya terkenal ‘saklek’ dengan Windows Phone dan Asha platform-nya- ke wilayah Android mengundang banyak pujian sekaligus kecaman. Pasar menengah ke bawah menjadi sasaran. Keluarga seri X digelontorkan. Dan tipe X pulalah yang menjadi salah satu varian kontroversi yang akhirnya resmi dijual di Indonesia. Bagaimana rasanya Mari kita cicipi. Desain Bila handset ini diselipkan di antara jajaran seri Asha, akan sangat mudah keliru mengiranya sebagai salah satu seri Asha. Gaya kotak si X sepintas memang sangat mengingatkan kami pada seri-seri Asha. Agaknya, gen Asha yang diambil X adalah desain. Case berbahan plastik; kami tak berhasil menemukan keterangan jenis plastiknya. Yang jelas, permukaannya doff dan cukup kesat.

Nokia menyiapkan cukup banyak pilihan warna hijau, hitam, putih, kuning, sian dan merah. Namun tampaknya gelombang pertama yang masuk ke pasar Indonesia adalah yang warna hijau. Bentuk case sempat membuat kami mengira X berdesain unibodi. Nyatanya, case mudah dibuka; cukup dengan menekan salah satu sudut sampai case terdongkel lepas. Luas layar 4 inch terbilang standar untuk ponsel. Selain Nokia Glance, tak tampak teknologi khusus untuk display. Namun dengan resolusi WVGA (800×400), TrueColor 16 juta warna dan kedalaman 233 ppi, warna terlihat natural dengan objek cukup detil. Layar masih cukup mudah dilihat di bawah silau matahari, dan ada pengaturan otomatis untuk brightness.

Respon sentuh kapasitif pun cukup cepat. Tapi hanya dukung dua titik sentuh. Kinerja Yang penting dipahami konsumen adalah seri-seri X menggunakan Nokia X OS versi 1.0. Nah, platform ini merupakan Android 4.1 yang dimodifikasi. Jadi, ini Android yang bukan Android. Tegasnya, sudah beda dari Android buatan Google yang kita kenal sehari-hari. Jika pernah memakai Nokia Asha dan Nokia Lumia, antarmuka Nokia X bisa dikatakan campuran keduanya. X mengadaptasi Fastlane yang jadi ciri khas platform Asha di seri Asha. Sementara penggunaan tile di Start screen sangat mirip Windows Phone di seri Lumia. Ciri Android baru tampak ketika kita masuk ke Settings.

Karena bukan murni Android, kita belum tentu bisa pakai layanan Google yang populer. Sebagai gantinya, Nokia memasukkan aplikasi khasnya sendiri atau aplikasi pihak ketiga. Misalnya Google Play Store. Sebagai pengganti toko aplikasi online ini, Nokia masukkan Nokia Store dan beberapa store pihak ketiga. Beberapa aplikasi khas Nokia yang tampak dalam menu antara lain HERE Maps, HERE Drive, dan MixRadio. Untuk menggaet konsumen, Nokia memasukkan sejumlah aplikasi populer seperti BBM, Skype, sampai game populer seperti Plant vs Zombie. Bahkan Nokia mengumbar banyak bonus seperti gratis voucher digital 1 bulan panggilan di Skype. Nokia X memiliki RAM yang hanya 512 MB, prosesor Snapdragon S4 1 GHz dual-core sebetulnya tak jelek, mengingat kinerjanya pernah berjaya sebelum keluarnya quad-core.

Untuk tambahan storage, Nokia membekalkan slot microSD yang diklaim dukung kapasitas sampai 32 GB. Storage internal yang maksimal 4GB -karena dipotong pre-instal dan sebagainya- jelas tak mencukupi kebutuhan digital dengan Dual SIM Dual SIM memungkinkan kita memilih paket layanan operator yang paling pas untuk kebutuhan. Pada Settings Phone Dual SIM, pengaturannya sangat simpel. Untuk menelepon atau kirim SMS, ada opsi Always ask. Secara default tak ada opsi untuk video call. Dukung 3G, tapi hanya satu slot. Tepatnya, slot SIM 1. Bisa dicek di Settings Connections Mobile data and networks. Selain seluler, ada WiFi juga untuk berinternet. Termasuk WiFi hotspot untuk berbagi akses internet.